Jurnal
Panduan Lengkap Jenis Benang Rajut untuk Pemula
Cotton milk, acrylic, katun, polyester, atau wol? Kenali jenis benang rajut, kelebihan, kekurangan, dan cara memilih benang pertama untuk proyekmu.
Lovely Admin·Terbit · Diperbarui ·6 menit baca

Pertanyaan yang paling sering masuk ke WhatsApp kami dari teman-teman yang baru mau belajar merajut bukan soal tusukan, tapi soal benang. “Kak, beli benang apa dulu?” Wajar, karena rak benang di toko kerajinan atau marketplace bisa bikin pusing. Ada puluhan merek, ketebalan, dan bahan dengan harga yang bedanya jauh.
Di artikel ini kami jelaskan lima jenis benang rajut yang paling mudah ditemukan di Indonesia, yaitu cotton milk, acrylic, katun, polyester, dan wol. Kami bahas juga kapan masing-masing cocok dipakai, dan bagaimana memilih benang pertama supaya proses belajarmu tidak bikin frustrasi.
Kenapa jenis benang itu penting
Benang menentukan tiga hal sekaligus, yaitu seberapa mudah kamu merajut, seperti apa hasil akhirnya, dan bagaimana barang itu harus dirawat. Tas yang dirajut dari benang yang terlalu lentur akan melar saat diisi. Boneka dari benang berbulu akan terlihat kusam setelah sering dipeluk. Topi dari benang yang tidak menyerap keringat akan terasa gerah di cuaca Bekasi.
Itu sebabnya di studio kami, setiap kategori produk punya benang andalannya sendiri. Boneka amigurumi butuh benang yang lembut dan bisa dirajut rapat, sedangkan tas rajut butuh benang yang lebih kaku supaya tidak melar.
Cara membaca label benang
Sebelum membahas bahannya, kenali dulu informasi di label. Ini kunci supaya kamu tidak salah beli.
- Ply. Menunjukkan ketebalan. Benang 4 ply tipis dan cocok untuk detail kecil seperti amigurumi dan bunga. Benang 8 ply lebih tebal dan cepat jadi, cocok untuk tas, topi, dan pemula.
- Berat dan panjang. Biasanya ditulis seperti “50 g / 125 m”. Bandingkan panjangnya, bukan hanya beratnya, karena benang yang lebih berat belum tentu lebih panjang.
- Ukuran hakpen yang disarankan. Ditulis dalam milimeter, misalnya 3–3,5 mm. Ini titik awal yang aman untuk pemula.
- Petunjuk cuci. Simbol suhu air dan larangan pengering mesin. Simpan labelnya kalau kamu membuat barang untuk orang lain.
1. Cotton milk: favorit untuk pemula dan amigurumi
Cotton milk adalah campuran serat katun dan serat susu (biasanya akrilik yang diproses lebih halus). Benang ini paling populer di komunitas rajut Indonesia, dan alasannya masuk akal.
Kelebihan:
- Teksturnya lembut, tidak licin, dan tidak mudah terbelah saat ditusuk hakpen.
- Tusukan terlihat jelas, jadi kamu mudah menghitung dan memperbaiki kesalahan.
- Pilihan warnanya sangat banyak, dari pastel sampai warna terang.
- Harganya terjangkau dan mudah dicari.
Kekurangan:
- Bisa sedikit berbulu (pilling) jika sering bergesekan.
- Kurang kaku untuk tas berukuran besar tanpa lapisan kain.
Cocok untuk: amigurumi, bunga dan buket, gantungan kunci, scrunchie, dan proyek pertamamu.
2. Acrylic: kuat, cerah, dan ramah kantong
Acrylic adalah serat sintetis yang dibuat menyerupai wol. Di pasaran, acrylic tersedia dari yang kasar sampai yang sangat lembut (“acrylic soft” atau “premium acrylic”).
Kelebihan:
- Warnanya cerah dan tahan pudar, cocok untuk dekorasi yang terkena cahaya jendela.
- Ringan dan cukup elastis, enak dipakai untuk cardigan dan selimut.
- Mudah dicuci dan cepat kering.
Kekurangan:
- Tidak menyerap keringat sebaik katun.
- Acrylic murah bisa terasa kasar dan cepat berbulu. Pilih yang berlabel “soft” atau “premium”.
- Jangan disetrika langsung karena seratnya bisa meleleh dan mengilap.
Cocok untuk: cardigan, granny square, dekorasi rumah, dan selimut.
3. Katun murni: adem untuk iklim tropis
Benang katun 100% terbuat dari serat kapas. Teksturnya lebih padat dan sedikit kaku dibanding cotton milk.
Kelebihan:
- Menyerap keringat dan adem, ideal untuk pakaian dan topi di cuaca Indonesia.
- Tidak mudah melar, jadi bentuk rajutan stabil.
- Makin lembut setelah beberapa kali dicuci.
Kekurangan:
- Kurang elastis, sehingga tangan bisa cepat pegal untuk pemula.
- Bisa sedikit menyusut jika dicuci dengan air panas.
- Warnanya bisa sedikit pudar jika sering dijemur di bawah matahari terik.
Cocok untuk: bucket hat, atasan rajut, tatakan gelas, dan lap dapur.
4. Polyester dan campuran katun polyester: untuk tas yang kuat
Polyester murni jarang dipakai sendirian untuk merajut karena licin. Yang lebih sering ditemukan adalah campuran katun dan polyester, atau benang tali (t-shirt yarn dan macramé cord) berbahan polyester.
Kelebihan:
- Sangat kuat dan tahan tarikan, cocok untuk barang yang menahan beban.
- Tidak mudah berubah bentuk, bahkan setelah dicuci.
- Warnanya awet.
Kekurangan:
- Permukaannya bisa licin, jadi pemula perlu menjaga tegangan benang lebih hati-hati.
- Kurang lembut untuk pakaian yang langsung menempel di kulit.
Cocok untuk: tas tote, tas belanja, keranjang, dan alas.
5. Wol: hangat, tapi jarang cocok untuk Indonesia
Wol adalah serat hewani, umumnya dari domba. Di negara empat musim, wol adalah raja. Di Indonesia, wol lebih jarang dipakai.
Kelebihan:
- Sangat hangat dan elastis, dengan tusukan yang terlihat rapi dan merata.
- Bisa dibentuk ulang dengan blocking basah atau uap.
Kekurangan:
- Terlalu panas untuk dipakai sehari-hari di iklim tropis.
- Sebagian orang merasa gatal saat wol menempel di kulit.
- Perawatannya rewel. Wol bisa menyusut dan menggumpal (felting) jika dicuci dengan air hangat dan digosok.
- Harganya relatif mahal.
Cocok untuk: syal atau topi untuk liburan ke daerah dingin, atau proyek dekorasi khusus.
Tabel perbandingan singkat
| Benang | Tingkat kesulitan | Kelembutan | Kekuatan | Paling cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| Cotton milk | Mudah | Tinggi | Sedang | Amigurumi, bunga, aksesoris |
| Acrylic | Mudah | Sedang–tinggi | Sedang | Cardigan, dekorasi, selimut |
| Katun 100% | Sedang | Sedang | Tinggi | Topi, atasan, tatakan |
| Katun polyester | Sedang | Sedang | Sangat tinggi | Tas, keranjang |
| Wol | Sedang | Tinggi | Sedang | Pakaian hangat |
Benang khusus untuk bayi
Untuk barang yang akan dipakai bayi, seperti sepatu bayi, selimut, atau mainan, pilih benang berlabel “baby” seperti baby milk cotton. Benang ini lebih halus, tidak berbulu, dan tetap lembut setelah sering dicuci. Hindari benang berbulu panjang (seperti benang bulu atau mohair) karena seratnya bisa terlepas dan masuk ke mulut bayi.
Rekomendasi kami untuk proyek pertama
Kalau kamu benar-benar baru, ini kombinasi yang paling aman.
- Benang cotton milk 8 ply dalam warna terang polos, misalnya krem, kuning, atau merah muda. Warna gelap membuat tusukan sulit dilihat.
- Hakpen 4 mm dengan gagang karet supaya tangan tidak cepat pegal.
- Proyek kecil yang cepat jadi, misalnya tatakan gelas bulat atau pola gantungan kunci hati kami.
Setelah nyaman dengan tusukan dasar, barulah pindah ke benang 4 ply dan hakpen yang lebih kecil untuk amigurumi. Kalau butuh panduan tusukan, baca cara merajut untuk pemula atau buka Kamus Rajut kami.
Kesalahan yang sering terjadi saat membeli benang
- Membeli satu gulung dulu, lalu menambah belakangan. Warna benang bisa berbeda tipis antar produksi (dye lot). Untuk proyek besar seperti cardigan, beli semua sekaligus dan cek nomor dye lot di label.
- Memilih benang berbulu untuk belajar. Benang mohair dan benang bulu memang cantik, tapi tusukannya tidak terlihat. Simpan untuk nanti.
- Mengabaikan petunjuk cuci. Barang yang dirajut untuk kado sebaiknya dari benang yang mudah dirawat penerimanya.
Memilih benang yang tepat adalah separuh dari keberhasilan proyek rajutan. Kalau kamu ingin melihat langsung perbedaan hasil dari tiap jenis benang, lihat koleksi buket bunga rajut dan tas rajut kami. Dan kalau setelah membaca ini kamu ingin perawatan yang benar untuk setiap jenis benang, lanjutkan ke artikel cara merawat barang rajutan.

